class="post-template-default single single-post postid-4728 single-format-standard">

Dengan Kesabaran Dan Keikhlasan Andi Yakin Usaha Odong- odongnya Membawa Berkah

Senin, 5 Agustus 2019 | 9:25 pm | 1492 Views

 

 

internlampungnews.com – Bandar Lampung, Du di du di dam dam Du di du di dam” bagi generasi 90 an mendengar lirik lagu satu ini mungkin sudah tidaklah asing lagu yang pernah di populerkan oleh Eno Lerian ini Masih bisa kita dengarkan sembari menghantarkan anak Balita kita mendapatkan kebahagiannya menggunakan layanan Jasa ” Odong – odong”.

 

Satu hal yang tak dapat di pungkiri bahwa Anak-anak zaman sekarang mulai sejak umur Nol tahun hingga lima tahun yang Rata-rata Balita Bocah lahir setelah tahun 2000-an sudah mulai krisis lagu Anak-anak Jadi Tak heran jika Lagu-lagu orang dewasalah yang mereka nyanyikan.

 

Bahkan mirisnya anak anak balita tahun 2000 an kini melihat Piranti seperti tablet, smartphone, dan laptop jauh lebih akrab dengan generasi 2000-an dibanding odong-odong. Tapi, keriangan odong-odong nyatanya tetap mengundang rasa penasaran yang tak tergantikan bagi anak-anak kecil.

 

Seperti yang terjadi malam senin (6/8/2019) nampak beberapa bocah perempuan terlihat riang gembira, seolah terhipnotis menikmati Jasa Odong odong. Dengan asyiknya Rata rata dari anak anak balita yang Duduk di atas kursi odong-odong itu tersenyum menikmati hiburan yang di suguhkan Kepalanya bergerak naik turun, mengangguk-angguk mengikuti alunan lagu dan menikmati putaran Odong-odong.

 

Si Tukang Odong odong Andi Purwanto yang akrab di sapa Andi Cilung Menceritakan bahwa usahanya ini di mulai sejak tahun akhir 2016 (baru 2 tahun-Red) dengan Odong-odongnya yang berjumlah 10 kursi berjenis kendaraan Mobil mobilan ini dirinya keliling di seputaran Kecamatan Kemiling. Yang sering mangkal di depan pertokoan Alfamart perumahan Bukit Kemiling Permai.

 

Pemuda Tulang Bawang Unit 2 ini Mengawali kisahnya berawal dari tahun 2012 dirinya mencoba peruntungan dengan merantau dari kampung halamannya lalu pada tahun 2014 dirinya menemukan Wanita Pendamping Hidupnya Ayu Septina Sari yang lebih Di kenal ayu yang kini di karunia satu orang Putri Alesha Ayudia Inara usia 3 tahun.

 

” Awalnya sebelum saya buka usaha odong odong ini saya ikut pedagang mingguan, saat itu saya melihat ada seorang anak kecil menangis karna minta di belikan mainan, lalu terfikir oleh saya kalau saja saya memiliki usaha jasa permainan anak mungkin anak itu tidak akan saya biarkan menangis” Ungkapnya.

 

Andi Cilung melanjutkan ceritanya kepada internlampungnews.com (Pelangi Lampung Nusantara Group). Ke esokan harinya saat saya hendak berkunjung ke kediaman sahabat saya melihat ada seorang bocah menangis ingin menaiki odong odong yang saat itu jasa odong odong masih menggunakan kayuhan sepeda “

 

“Dari situlah mas saya bertekat dan mencari tahu bagaimana mendapatkan unit permainan odong odong. Saat itu modal saya Rp 16 juta dari hasil tabungan saya kemudian membeli unit Odong odong Menggunakan aliran Aki.

 

Saya membuka usaha jasa permainan odong odong ini jujur bukan semata mencari nafkah hidup tetapi di hati saya merasa bahagia ketika mampu berbagi kebahagian denga orang lain terlebih melihat anak anak balita bahagia mas” Ungkapnya

 

Saat di tanyakan mengapa demikian dirinya menceritakan “sebab saat saya di Unit 2 Tulang bawang di desa saya masa kecil saya itu serba terbatas jadi ketika melihat sesuatu yang mewah saja sulit saya dapatkan apa lagi menikmati ya wajarlah saya bukan dari keluarga yang mampu” ujarnya.

 

Andi Cilung Mulai buka usahanya ini dari pukul 17.30 Wib – 22.30 Wib dengan omzet berkisar Rp.100.000 terkadang dirinya hanya pulang mengantongi uang Rp. 65.000 jika sepi. sementara untuk dapat menikmati Permainan ini cukup mengantongi Rp.5000 lalu menikmati 3-4 lagu di setiap putaran odong odong anak anak ini dapat menikmati kebahagiaannya.

 

Saat di tanya mengapa hanya membuka usahanya hanya pada malam hari dan apa suka dukanya dirinya mengatakan untuk menambah Penghasilannya dari membuka usaha Odong odong dirinya juga sehari menjadi driver Ojek Online saya merasa banyak sukanya mas dari pada duka apa lagi melihat anak kecil yang merengek rengek bisa bahagia seperti itu ” ujarnya Sambil menunjuk pada salah satu balita yang mengangguk angguk bertepuk tangan menikmati odong odong.

 

” yah kalau usaha odong odong lagi sepi order, penghasilan odong odong ketutup dari ngojek online, dan gitu juga sebaliknya mas kalo dari ojol sepi dari Odong odong semua nya saya nimati aja dengan keikhlasan yang Penting Usaha saya sesuai dengan Niat saya yakni saling memberi manfaat berbagi bahagia, yang Insya allah Berkah Mas” Tutupnya sambil tersenyum.

 

Seperti yang di kemukakan Ibu Tika yang membawa dua buah hatinya untuk bermain Odong odong ini ” Saya sering membawa anak saya kesini untuk main odong odong, dengan uang Rp.5000 anak saya menikmati putaran odong odong dengan pengaturan waktu tiga sampai empat lagu, ya terkadang lebih apa lagi kalau anak saya belum puas bermain dan saya hanya membawa uang pas anak saya menangis nggak mau turun”.

 

Saya sudah berlangganan dengan pak andi sudah sekitar 2 bulan sebab orangnya selain ramah dengan anak kecil pak andi juga sering memberikan kelebihan waktu kepada anak anak apa lagi kalau anak saya nangis nggak mau turun sementara saya bawa uang pas pas an ” kata Ibu 2 anak ini. (intern/1)

Related Post

Leave a Reply

linked in share button