class="post-template-default single single-post postid-4563 single-format-standard">

Dinilai Tidak Mengerti UU PERS No 40 Pemred Ampera News Laporkan Pengelola Tol Ke Polda Lampung

Minggu, 14 Juli 2019 | 4:10 am | 390 Views

 

internlampungnews.com – Lampung Tengah, Sejatinya insan Pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik yang meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik, dan segala jenis saluran yang tersedia.

 

Seperti yang di ketahui bersama bahwa Kebebasan pers adalah hak yang diberikan oleh konstitusional atau perlindungan hukum yang berkaitan dengan media dan bahan-bahan yang dipublikasikan seperti menyebar luaskan, dalam bentuk pencetakan dan penerbitkan surat kabar, majalah, buku atau dalam material lainnya tanpa adanya campur tangan atau perlakuan sensor dari pemerintah.

 

Begitu juga setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia.

 

Hal yang tidak semestinya terjadi dirasakan oleh pemimpin redaksi Media Cetak Dan Online Ryan Maulana Said SE, ketika beliau hendak perjalanan dari bandar Jaya menuju bandar Lampung melalui jalan tol, Selasa (02/07/2019).

 

 

Kronologi kejadian terjadi sekira pukul 15.00 WIB saat korban hendak Memasuki  pintu tol seputih Jaya gunung sugih terbanggi besar Lampung tengah menuju gerbang tol kota baru, Tapi di tengah perjalanan ia hendak kembali lagi Karna merasa ada sesuatu yang tertinggal, maka korban  harus kembali lagi menuju bandar Jaya dan melihat di tengah perjalanan terdapat ruang yang tidak tertutup oleh blok maupun rambu larangan putar balik.

 

Korban yang belakangan di ketahui merupakan Pimred Media Ampera News ini pun langsung putar balik melalui jalan tersebut, dan sesampainya di tempat awal masuknya tadi yaitu gerbang tol seputih Jaya gunung sugih Lampung tengah inilah persoalan muncul.

 

Pada awalnya korban tidak tahu duduk persoalan yang tiba tiba dirinya langsung di kenakan sangsi denda yang menurut keterangan petugas gerbang tol saat itu yang mengenakan pakaian HK yang tidak di ketahui namanya itu mengatakan bahwa, Ryan telah melanggar PP No 15 tahun 2005 tentang jalan tol yaitu larangan untuk putar balik di jalan tol.

 

Saat itu karena kartu e-toll tersebut saldo nya hanya berisi Rp. 150.000,- (seratus Lima puluh ribu rupiah) lalu ia berinisiatif langsung membayar dengan uang tunai sebesar Rp. 225.000,- . Setelah melakukan pembayaran, Ryan yang berprofesi sebagai awak media yang di ketahui dari Media Ampera News ini langsung menanyakan terkait peraturan tersebut.

 

Saat di konfirmasi oleh Jurnalis Ampera News, SA yang di ketahui selaku kepala kordinator gerbang tol gunung sugih seputih Jaya yang bekerja di perusahaan HK (BUMN) mengatakan “bahwa jika wartawan yang ingin melakukan peliputan, dalam hal mengambil gambar atau dokumen harus ada izin dari kantor tol kota baru”, Ujarnya.

 

Ada pun rekan SA yang mengenakan baju HK yang belum di ketahui namanya pun mengamini bahwa setiap dokumen, pengambilan gambar, video dan peliputan harus ada izin nya.

Tentu saja persoalan ini menarik hati Sang Jurnalis menggali pertanyaan lebih lanjut, dengan bertanya apakah ada larangan nya.. ??.

 

Yang kemudian di jawab karyawan HK dengan jawaban yang cukup aneh “ada pak, karena kami memang aturan seperti itulah yang diterapkan oleh kepala cabang kami masing-masing”, Pungkasnya.

 

 

Pada hari Rabu, (3/7/2019) Sekitar pukul 10.00 WIB Tim Media Ampera News langsung mendatangi kantor HK yang berada di gerbang tol kota baru bandar Lampung untuk menggali kebenaran dam menanyakan perihal aturan tersebut kepada kepala HK cabang Lampung yaitu HH.

 

Ketika sesampainya disana, kami diminta untuk menunggu karena, HH selaku kepala cabang Lampung PT HK sedang ada tamu, berselang lebih kurang 3 jam dalam penantian sang staf keluar lagi

Staf tersebut memberitahukan bahwa HH tidak ada di kantor, tidak sampai di situ tim berinisiatif berusaha menghubungi melalui telpon genggam yang di berikan staf HK yang berinisial RD, tapi ternyata tidak ada jawaban dari HH.

 

Akhirnya pada kamis, (11/7/2019) Ryan Maulana Said SE melaporkan hal tersebut kepihak Polda Lampung yang di terima langsung oleh kepala SPKT AKP. Pujiono, dalam pemeriksaan di hadapan penyidik Ryan memberikan penjelasan kronologis kejadian tersebut.

 

Menanggapi hal tersebut Ganda Hariyadi SH Selaku Ketua PWI Lampung Tengah dengan tegas meminta untuk “usut sampai dengan tuntas, Karna sampai saat ini belum ada aturan yang melarang tugas pers dalam mencari berita”. Tegasnya.

 

Hal ini tertuang Dalam UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers, Pasal 18 Ayat 1 disebutkan, setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi kerja pers, dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda sebanyak Rp 500 juta” ungkapnya (intern/1/Rls)

 

Related Post

Leave a Reply

linked in share button