class="post-template-default single single-post postid-3247 single-format-standard">

DUA SEJOLI REKAM VIDEO MENJADI VIRAL ” DIDUGA MENEBAR UJARAN KEBENCIAN MENUAI PROTES ELEMENT MASYARAKAT

Jumat, 28 Desember 2018 | 2:04 am | 16561 Views

“Dalam dua hari ini masyarakat lampung dihebohkan oleh ulah dua sejoli yang yang memposting video yang sempat Beredar viral. video dua remaja sedang live streaming di media sosial Instagram, atas nama @kelvinyudatama mengeluarkan kata kata mengandung unsur kebencian”

 

 

internlampungnews.com – Bandar lampung, seperti yang di ketahui oleh banyak pihak bahwa Dalam live streaming tersebut, terdapat dua remaja, pria dan wanita sedang siaran di dalam mobil mengeluarkan kalimat tidak senonoh tentang duka bencana tsunami yang tengah melanda Lampung Selatan.

 

Terdengar dalam video, seorang wanita muda berambut ikal mengenakan pakaian kaos oblong hitam garis putih sedang siaran langsung bersama sang rekan, pria muda.

 

Di dalam video itu, seorang pria menolak melakukan donasi ke warga Kalianda yang sedang terkena dampak bencana alam tsunami.

 

“Donasi untuk Kalianda. Gua enggak mau, pokoknya Kalianda harus kena Tsunami. Woy kawan-kawan jangan kalian donasi untuk Kalianda ya, biarin aja dia orang rata ya,” ujar remaja itu.

 

Dari latar belakang di dalam video itu, terlihat bahwa video live streaming tersebut diambil di kawasan Kota Bandarlampung, tepatnya di traffic light Jl. Dr. Susilo, Bandarlampung, atau sekitaran Masjid Al-Furqon.

 

Berdasarkan penyusuran internlampungnews.com  Chelvin Yudha Tama, anak muda mahasiswa fakultas hukum Unila yang di duga memposting ujaran kebencian bencana tsunami, hingga kemarin pasca kejadian masih menghilang belum jelas keberadaannya hingga saat ini.

 

 

 

 

Berdasarkan hasil pantauan Hingga kemarin siang kamis (27/12/2018) Suasana rumah pelaku di kompleks perumahan wisma mas sumberejo kemiling kota bandar lampung nampak sepi yang terlihat hanya aparat kepolisian yang berjaga jaga tidak hanya di kediaman pelaku tetapi menebar hingga ujung gang memasuki kediamannya.

 

 

Berdasarkan keterangan warga setempat pasca kejadian tersebarnya video Seharian, masyarakat bergantian menyambangi rumah Chelvin. Bahkan, ada warga yang datang dari Kampung Waymuli, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, kampung yang paling parah diterjang gelombang tsunami, Sabtu malam lalu (22/12).

 

 

Meski Chelvin sudah minta maaf lewat media sosial Namun, banyak yang menilai pemuda tersebut harus tetap mempertanggungjawabkan ucapan bernada kebencian tersebut secara hukum , Kecaman datang tidak hanya dari para nitizen kekecewaan juga datang dari elemen masyarakat.

 

 

Seperti yang di katakan perwakilan Ojol Lampung yang enggan di sebutkan namanya beliau memaparkan “jika secara pribadi kami sangat kecewa dan jengkel dengan pernyataan pelaku. Mungkin pelaku nggak tau gimana keadaan pengungsi dan keluarga korban sih, kami ojol lampung dari awal bencana hingga saat ini kami langsung turun lokasi pengungsian dan menyaksikan apa yang keluarga korban rasakan begitu pun kesulitan pengungsi ” Ungkapnya 

 

Kekecewaan datang dari Ketua GP Ansor Kota Bandar Lampung Agung ZA Menurutnya “mestinya selaku insan yang memiliki hati meski tidak bisa membantu ya mendoakan atau lebih baik diam jangan melukai perasaan dengan membuat hatespech yang semberono terlebih melukai hati nurani setiap orang ” ujarnya.

 

Lebih lanjut Agung memaparkan ” Meski sudah menghapus video awal yang di duga menebar ujaran kebencian dan mengunggah permintaan maaf, Chelvin Yudha Tama harus bertanggungjawab terhadap publikasi pernyataan hatespeech-nya.

 

“Apalagi sekarang sudah ada UU IT, kita tak boleh sembarangan mengucapkan ujaran kebencian” tandas Agung.

 

Sejauh ini Banyak pihak berharap aparat kepolisian mengusut dan meminta pertanggungjawaban yang bersangkutan sebab banyak yang menilai perbuatan pelaku sangat melukai tidak hanya para korban tetapi relawan.

 

Related Post

Leave a Reply

linked in share button