DUGAAN MALPRAKTIK HARAPKAN OPERASI HERNIA MALAH OPERASI AMBEIEN, PIHAK RUMAH SAKIT ANGGAP HANYA MISKOMUNIKASI.

Selasa, 8 Januari 2019 | 11:09 pm | 17224 Views

 

internlampungnews.com – Kotabumi, Ada sebuah kejadian yang hari ini Menjadi Viral di masyarakat Kabupaten Lampung utara, keviralan ini bukan sesuatu yang sifatnya umum.

 

Kejadian yang menimpa Salah Satu Pasien Rumah sakit Rya Cudu Kotabumi kabupaten Lampung Utara ini adalah kesalahan Fatal, bagaimana tidak si pasien bernama Riski (17) Yang di rawat Di Rumah Sakit Rya Cudu lampung Utara berniat melakukan Operasi Hernia ini berbalik kesalahan 190 derajat.

 

Si pasien Bukannya dioperasi hernia, malah dioperasi ambeien oleh dokter Rumah Sakit Umum Ryacudu (RSUR), Kotabumi, Lampung Utara, kejadian ini terjadi hari ini Selasa (8/1/2019) sekitar pukul 10.30 WIB.

 

Hal itu membuat orang tua Riski berang. Mereka lantas memprotes keras atas kejadian tersebut kepada pihak medis RSUR. Mereka mempertanyakan keprofesionalan petugas medis RSUR.

 

 

Berdasarkan keterangan orang tua pasien menyebutkan bahwa putranya ini memang dijadwalkan untuk melakukan operasi penyakit hernia anehnya Apa yang di inginkan tidak seauai dengan yang di harapkan sehingga hal inilah yang menuai kritik keras dari pihak keluarga pasien.

 

Celakanya keterangan dari orang tuanya Operasi yang telah di lakukan pihak RS Rya Cudu terkait operasi penyakit ambeien yang dilakukan terhadap putranya ini tanpa sepertujuan ia dan istrinya.

 

Sebab, sejak pertama kali berobat hingga sebelum operasi, yang mereka tahu bahwa putranya akan dioperasi untuk menyembuhkan penyakit hernia bukan operasi ambien.

 

“Dari awal kami tahunya putra kami ini dioperasi untuk penyakit hernianya dan bukan ambeiennya. Kok dokternya bilang kalau operasi ini untuk penyakit ambeien,” tegasnya.

 

Ia mengatakan, kalau sedari awal ia tahu bahwa putranya akan dioperasi ambeien, ia jelas tidak akan pernah mengizinkan operasi tersebut. Sebab, ia meyakini penyakit itu sama sekali tidak membahayakan keselamatan nyawa putranya.

 

“Kalau kami tahu mau dioperasi ambeien, jelas kami enggak izinkan. Penyakit ambeien ini enggak berbahaya!” tegasnya .

 

Gelagat tidak beres pelayanan RSU sejatinya telah terlihat sejak awal sebelum dilakukannya operasi. Sebelum operasi dimulai, petugas medis menyampaikan bahwa putranya tidak jadi dioperasi. Lantas, putranya yang sedang beruasa untuk persiapan operasi dipersilakan untuk makan.

 

 

Tak berselang lama, saat ia sedang meninggakan putranya di RSUR, ia mendapat kabar bahwa putranya jadi dioperasi hari ini. Hal inilah yang membuatnya tak dapat mendampingi putranya saat operasi.

 

 

“Mereka bilang enggak jadi operasi hari ini dan dipersilakan untuk makan, tapi kok tiba-tiba malah disuruh operasi,” papar warga Kelurahan Kotaalam ini.

 

 

 

PIHAK RUMAH SAKIT MENILAI ADANYA MISKOMUNIKASI

 

 

Saat di hubungi via telepon Direktur Rumah Sakit Umum Rya Cudu Kotabumi lampung utara dr. Syah Indra Husada Lubis, mengatakan persoalan dugaan salah operasi yang menimpa salah seorang pasiennya merupakan persoalan salah komunikasi saja.

 

“Saya rasa itu (hanya) salah komunikasi saja, saat operasi tim dokter menilai ada penyakit yang harus lebih dahulu di tangani yakni ambeien si pasien sehingga pihak dokter melakukan operasi tersebut ” kata Direktur plat merah ini kepada internlampungnews.com, Syah Indra Husada Lubis, Selasa (8/1/2019) sekitar pukul 22.49 Wib.

 

Saat internlampungnews.com menanyakan apakah pihak dokter sudah meminta izin dan telah ada kesepakatan antara pihak dokter dan keluarga jika ingin melakukan operasi ambeien atau menghubungi pihak keluarga jika akan melakukan operasi Ambeien.

 

Menurut Syah Indra, tidak mungkin seorang dokter yang bertanggung jawab dalam operasi melakukan hal demikian jika memang tidak dilandasi alasan yang masuk akal atau dalam keadaan darurat untuk si pasien sehingga Alasan inilah yang menyebabkan dokter itu mengambil keputusan tersebut.

 

“Pihak keluarga sebaiknya bertanya kepada dokter penanggung jawab di ruangan operasi karena tidak mungkin operasi itu dilakukan jika tidak ada alasan yang tepat,” urainya.

 

Kendati demikian, ia menjelaskan bahwa akan mencari tahu dulu apa yang sebenarnya terjadi dalam persoalan ini. Ia akan segera menginstrusikan bawahannya untuk mencari tahu alasan sebenarnya yang menyebabkan peristiwa ini terjadi.

 

“Saya akan tindak lanjuti dengan memerintahkan staf saya untuk mencari tahu kenapa terjadi seperti itu,” kata dia. (intern1)

Related Post

Leave a Reply

linked in share button