H.Bustami Zainudin,S.Pd.MM ” Saya Selalu Siap Membangun Provinsi Lampung Hingga Akhir Hayat”

Rabu, 5 September 2018 | 1:10 am | 13871 Views

internlampungnews.com – Bandar Lampung, Mendengar nama Bustami Zainudin, tentu sudah tidak asing sebab saat mendengar nama ini tentu mengingatkan kita kesalah satu kabupaten di provinsi lampung yakni Way Kanan. Beliau Bupati Way Kanan periode 2010-2015,  Memiliki catatan karir cukup mentereng, sebut saja pernah menjadi Wakil Bupati periode 2005-2010 dan Bupati periode 2010-2015 , Ketua DPP Granat dan Wakil Ketua Komite Kadin Indonesia sampai sekarang dan Jabatan lainnya yang tidak perlu diragukan lagi.

 

Meski dibalik kesibukannya Bustami Zainudin yang saat ini merupakan sosok sebagai tokoh masyarakat, tokoh agama, politikus dan cendikiawan Muslim, tetap meluangkan waktunya untuk menerima kedatangan internlampungnews.com dengan sikap dan penampilan yang Sederhana, tegas dan  ramah ini, menerima dengan hangat kedatangan internlampungnews.com saat menyambangi beliau di Posko Pemenangan di bilangan Jalan Kayu manis Way Halim.

 

Mengawali perbincangan antara internlampungnews.com bersama Bustami  ia menceritakan kisah sekilas kisah kehidupannya ia mengatakan “ Saya Terlahir dari keluarga yang sangat  sederhana, tapi hal ini tidak  membuat  saya menjadi minder dan putus asa, Saya selalu menanamkan sikap optimis,  Selalu belajar, kerja keras, semangat dan optimis untuk sukses inilah yang mendorong saya befikir maju “ Ungkap penggagas pogram Mulang Tiyuh

 

Ketika internlampungnews.com bertanya tentang pengalamannya ketika saat beliau menjabat sebagai kepala daerah kabupaten Waykanan dengan sedikit mengulas masa-masa Saat dirinya menjadi orang nomor satu di Way Kanan tentang upaya menyekolahkan anak kurang mampu hingga sarjana, mendongkrak hasil pertanian hingga urusan kesehatan yang selalu jadi pekerjaan rumah yang tak pernah selesai.

 

“Anggaran saat itu sangat terbatas, kalau kita tidak kelola dengan baik, Tentu akan habis Kurang Efektif. Untuk itu program yang tepat guna sangat diperlukan. Alhamdulillah program kerja saya saat itu berjalan semua, walaupu belum maksimal karena terbatasnya anggaran,” ujar penggagas Program Wajib belajar 15 Tahun ini.

 

Di sisi lain dibalik keberhasilan beliau dalam memimpin banyak organisasi yang sudah digelutinya. Bustami Zainudin juga tetap mengutamakan Kehidupan keluarganya, kehidupan yang dijalani dengan keluarganya selalu mengedepankan nilai kesederhanaan  bersama anak, istri dan keluarga besar.  “Dosa bagi saya jika saya terlena dalam kesenangan duniawi, dan hanya memikirkan urusan secara tidak adil , masa iya saya hanya mementingkan kepentingan keluarga  sendiri, sedangkan kondisi masyarakat di lingkungan saya masih perlu dibenahi, dan masih membutuhkan perhatian ” ujar Bupati Waykanan tahun 2010 – 2015.

 

Menurut Hi. Bustami Zainudin, dua hal inilah  yang paling utama yang wajib untuk dilakukan dan haram jika ditinggalkan sebab apapun pekerjaan yang saya lakukan  ialah berjuang mencari ridha Allah dan belajar tentang segala hal “bertanggung jawab atas kehidupan keluarga, Membina masyarakat, memperjuangkan nasib umat, membela hak-hak Rakyat adalah perintah syar’iyah sehingga menjadi kewajiban dan harus diperjuangkan,” papar Candidat Doktor dari Universitas Mercubuana Jakarta.

 

Lebih lanjut ia mengatakan, “ya, perintah membina masyarakat, berjuang dan membela umat itu hukum asalnya hanya fardu kifayah memang. Artinya, hukumnya memang wajib dilaksanakan oleh perwakilan suatu kelompok umat itu, jika sudah ada seorang saja yang melaksanakan tugas dengan baik dan benar dari yang diperintahkan, ya sudah cukup terpenuhi perintah syari’yah bagi keseluruhan umat itu,” terang Hi. Bustami Zainudin yang cukup mendalam pembahasan agamanya.

 

Masalahnya, terang dia lebih lanjut, “fardu kifayah itu menjadi fardu ‘ain kepada orang yang paling barkompeten dalam bidangnya. Bicara urusan membina umat, memperjuangkan hak-hak dan aspirasi masyarakat, urusan pengalaman berorganisasi, saya ini mohon maaf, merasa punya kompetetensi yang lebih dibanding dengan saudara- saudara kita, di lingkungan saya khususnya. Jadi saya merasa terpanggil menjadi senator anggota DPD RI untuk Pemilu 2019 mendatang, bagian dari kewajiban yang menjadi fardu ain kepada diri saya, ini bukan urusan kalah atau urusan harus menang, mohon dibantu dan do’anya. Saya selalu siap mengabdikan diri untuk umat, terlebih pada masyarakat Lampung. Mulang tiuh (pulang kampung) akan membangun desa, menata kota,” pungkas Dr.(Can) Hi. Bustami Zainudin, S.Pd. MH. Calon DPD RI Provinsi Lampung priode 2019 – 2024. 

 

Berkaca dari pengalaman tersebut, Bustami merasa perlu berbuat lebih demi masyarakat. Alhasil, saat ini beliau masuk dalam bursa kandidat untuk mencalonkan diri sebagai Senator mewakili Provinsi Lampung. Ketika di tanyakan mengapa DPD RI menjadi pilihanya beliau mengatakan “Saya bisa saja saya maju untuk DPRD atau DPR RI, namun nantinya rentang kendali hanya sebatas membawahi urusan per komisi. Kita butuh cakupan luas untuk bisa berbuat lebih demi Provinsi ini,” kata Wakil Keta Umum REI ini.

 

Mengenai hal apa saja yang akan diperjuangkan nantinya Menurut Bustami, pendidikan, pertanian dan lapangan pekerjaan adalah masalah krusial yang harus segera ditangani dengan serius, Pendidikan misalnya, bisa dilakukan dengan memberi beasiswa sampai sarjana untuk anak kurang mampu ditiap desa  Nantinya tiap anak akan dikuliahkan sesuai dengan keadaan sekitar, atau dalam kata lain sesuai dengan komoditi unggulan di desa tersebut. Jadi ilmu yang didapat dari bangku kuliah bisa langsung diterapkan saat pulang ke desa masing-masing.

 

“Cukup mengalokasikan sepuluh persen dari total anggaran dana desa (ADD). Saya kira tiap desa akan sanggup membiayai lima sampai sepuluh anak tiap tahunnya. Saya sudah pernah terapkan hal itu dengan program namanya ‘Mulang Tiyuh’ tapi karena anggaran terbatas jadi hanya sanggup satu desa satu anak,” jelasnya.

 

Dengan membenahi hal fundamental yaitu pendidikan, lanjut Bustami, masalah pertanian dan lapangan pekerjaan bisa diatasi dengan mudah. Dengan bekal ilmu perkuliahan, seseorang bisa mendongkrak hasil tani hingga membuat komoditi olahan yang nilai jualnya diatas rata-rata.

 

Lalu terpenting, dengan pendidikan yang baik seseorang akan kreatif dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri, Bukan sibuk melamar pekerjaan di perusahaan.

 

“Jadi disini kita bukan melulu menempatkan anggaran untuk infrastuktur, tapi lebih ke bagaimana membangun manusia itu sendiri. Prinsipnya tentu sama dengan ‘Mulang Tiyuh’ tapi dengan cakupan lebih luas. Saya rasa ini investasi jangka panjang, yang belum banyak diperhatikan oleh para pemangku kepentingan,” demikian Bustami Zainudin. 

 

 

 Data Riwayat Perjalanan Hidup Tokoh Dan Profil

 

Nama : Dr. (Can) Bustami Zainudin, S.Pd. MH. Lahiran : Gunung Labuhan, 8 Oktober 1969.

Ayah  :  H. Zainudin Gelar Sutan Dewa bin Batin Penutup (alm). Lahir di Pakuan Ratu Waykanan

Ibu  :  Hj Abina binti Sutan Syah Ratu. Lahir di Negara Batin Waykanan

Istri. Nama : Dr. Hj. Rina Marlina, M.Si. Lahir di Garut Jawa Barat, 31 Mei 1971.

Anak (3 orang puteri):
Nama : Ayu Hani Nabilah Lahir di Jakarta, 3 Maret 1997. Pendidikan di Universitas Indiana Polis semester 7. Amerika Serikat.

Nama : Ajeng Raisa Aghnia. Lahir di Jakarta, 8 Pebruari 2000. Pendidikan di Universitas Gajah Mada. Jogjakarta.

Nama : Anggun Tazkia Ramadhani Lahir di Jakarta, 3 Oktober 2006 Pendidikan : SDI Al-Azhar 8 Kemangan. Jakarta.

Riwayat Pendidikan

  1. SD Negeri Gunung Labuhan 1977 – 1978.
    2. MIN Tanjung Karang, tamat tahun 1982.
    3. SMP Negeri Kedato Tanjung Karang, tamat tahun 1985.
    4. SMAN 5 Tanjung karang, tamat tahun 1988.
    5. Universitas Lampung, jurusan MIPA Fisika (SI) tamat tahun1993.
    6. Universitas Bandar Lampung, jurusan Ilmu Hukum (S2) tamat tahun 2013.
    7. Universitas Mercubuana Jakarta, Program Doktor (S3) (peoses Desertasi).

Pengalaman Organisasi

  1. Wakil Bupati Waykanan (2005 – 2010)
    2. Bupati Waykanan (2010 – 2015)
    3. Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Waykanan (2010 – 2015)
    4. Wakil Ketua Bidang Idiologi dan Kaderisasi DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung (2015 – 2020)
    5. Pergerakan Maha Siswa Indonesia (PMII) Cabang Bandar Lampung (1988)
    6. Ketua Mustasyar Nahdatul Ulama Waykanan (2010 – 2015)
    7. Pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Asshidiqiyah ke 11 Waykanan (2004)
    8. Dewan Pembina Anak Transmigran Indonesia Waykanan (2005 – 2015)
    9. Dewan Pembina Ikatan Pencak Silat Indonesia Waykanan (2005 – 2015)
    10. Dewan Pembina Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Waykanan (2005 – 2015)
    11. Dewan Pembina Majlis Penyeimbang Adat Lampung Waykanan (2005 – 2015)
    12. Ketua Umum Olah Raga Judo (PJSI) Lampung (2015 – 2020)
    13. Ketua Majlis Pembimbing Cabang Cabang Gerakan Pramuka Waykanan (2005 – 2015)
    14. Wakil Ketua Pengurus Alumni FKIP Universitas Lampung (1993)
    15. Ikatan Almumni Sarjana Pendidikan Islam (1993)
    16. Wakil Ketua DPD Lampung Sai Jakarta (2016)
    17. Ikatan Alumni Resimen Maha Siswa Lampung (1993)
    18. DPD Pemuda Panca Sila Lampung (1988 – 2017)
    19. DPD KNPI Provinsi Lampung (1988 – 1993)
    20. DPD Gerakan Nasional Anti Narkoba (GRANAT) (2016 – 2021)
    21. Wakil Ketua Umum DPD Real Estate Indonesia (2017 – 2019)
    22. Wamil Sekjen Pengurus Besar Olah Raga Judo Indonesia (PBPJSI)
    23. Wakil Sekjen Asosiasi Rekanan Penhaadaan Barang dan Distribusi (ARDINDO) Indonesia (2016 – 2021)
    24. Wakil Ketua Komite Dagang dan Industri (KADIN)/Indonesia.

Related Post

Leave a Reply

linked in share button