INDIKASI KORUPSI DANA BOS TAHUN 2018 SMAN 1 PUNGGUR LAMTENG DI LAKUKAN BERKOORPORASI

Kamis, 10 Januari 2019 | 5:48 pm | 1645 Views

 

internlampungnews.com – Lampung Tengah, Modus korupsi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), yang diduga dilakukan oleh oknum kepala SMA negeri 1 Punggur, Kabupaten Lampung Tengah, dugaan kongkalikong Suntoro bersama bendahara sekolah setempat mulai terungkap.

 

 

Dalam dugaan korupsi ini tidak hanya melibatkan kedua oknum pejabat di SMAN 1 Punggur tersebut sebab dalam melakukan kegiatan korupsi ini di duga di lakukan secara berjamaah dan sehingga di harapkan kepada aparat penegak hukum diminta untuk turun tangan menyelidiki kebenarannya.

 

 

Berdasarkan keterangan sumber, ia membeberkan, kejadian ini terjadi pada tahun 2018, dalam memperlancar aksi penyelewengan dana BOS SMAN 1 punggur dengan status yang di milikinya sang oknum tentu melibatkan bendahara sekolah untuk memperbesar (Mark up) mata anggaran biaya disetiap laporan kegiatan sekolah dari dana BOS.

 

 

“Dalam laporan pertanggung jawaban dana BOS tahun 2018 di SMAN 1 punggur tidak diyakini kebenarannya. Boleh dicek langsung ke sekolah itu untuk di periksa guna menguji kesesuaian anggaran, apakah setiap pengeluaran dana untuk keperluan kegiatan sekolah itu benar ada atau mengada-ada,” katanya geram.

 

 

Lebih lanjut sumber ini juga mengungkapkan, bahwa oknum Kepala SMAN 1 Punggur diduga keras telah melaporkan jumlah siswa tidak sesuai dengan keadaan pada saat pengajuan dana BOS.

 

 

“Kemudian, Begitu juga saat membuat laporan pertanggungjawabannya. Ratusan juta Kerugian negara dari dana BOS itu dinikmati Oleh oknum kepsek dan bendahara SMAN 1 Punggur,” kata dia, Senin (7/1/2019) kemarin.

 

 

Masih dikatakannya, laporan dana BOS yang terindikasi Mark up (gelembungkan) pada tahun 2018, triwulan 1 sebanyak Rp 224.560.000,- dari 802 siswa, triwulan 2 Rp 449.120.000 dari 802 anak, triwulan 3 dan 4, Rp 241.080.000 dari 861 siswa.

 

 

“Sejumlah Laporan item kegiatan penggunaan dana BOS tahun 2018 di SMAN 1 Punggur diantaranya seperti rincian, untuk kegiatan evaluasi pembelajaran Rp 60 Juta (Tw 1), Rp 38.260.000 (Tw 2), Rp 15 Juta (tw 3) dan Rp 25 Juta (Tw 4).

 

Sedangkan untuk pengeluaran biaya Pengelolaan sekolah Rp 108.940.000 (tw 1), Rp 55.239.000 (tw 2), Rp 79.698.000 (tw 3) dan Rp 131.199.000 (tw 4). Kemudian untuk pembelian alat multi media pembelajaran Rp 66 Juta (tw 2 dan 3), dan untuk biaya pengembangan perpustakaan untuk belanja buku teks K13 siswa sejumlah 4855 eksplar Rp 200 juta (tw 2) diduga kuat telah di mark up dan korupsi oknum Kepsek dan bendahara sekolahnya,” urai sumber. (TIM)

 

Related Post

Leave a Reply

linked in share button