KAJARI LAMPUNG UTARA BERIKAN KETERANGAN RESMI TERKAIT KEHADIRAN KEPALA BAPK LAMPUNG UTARA DI KEJAKSAAN LAMPUNG UTARA

Kamis, 9 Mei 2019 | 6:20 pm | 1573 Views

internlampungnews.com- Kotabumi Kamis (9/5/19) Kejari Lampung Utara Yuliana Sagala beri keterangan, Terkait kedatangan badan aset dan pengelola keuangan (BAPK) kab. Lampung Utara Desyadi ke ruang pidana khusus ( pidsus ) kejaksaan negeri Lampura.

 

Diketahui Pada hari Rabu (8/5/19) Desyadi kepala badan aset dan pengelola keuangan kab.lampura itu memang benar ada nya ia datang dan bertemu dengan kasi pidana khusus (pidsus) didalam keterangannya Desyadi hanya mengatakan bahwa saya melakukan koordinasi terkait adanya aset milik Pemkab Lampura di Kejari Lampura, aset tersebut berupa kendaraan roda empat ( mobil ) yang pemkab pinjam pakikan dengan kejari.

 

Hal tersebut cukup banyak menimbulkan opini dan spekulasi berkembang di tengah masyarakat, Karna di ketahui bahwasanya kasi pidana khusus (pidsus) tidak membidangi bagian aset, apalagi untuk koordinasi tentang pembayaran pajak kendaraan pemkab yang di pinjam pakikan pada Kejari lampura. Seharusnya kepala Badan aset dan pengelola keuangan ( BAPK ) itu tidak menemui kasi pidsus tetapi seharusnya ia bertemu dengan kepala sub bagian ( kasubag ) pembinaan dikarnakan kasubag bin  inilah yang memang memiliki wewenang untuk kepengurusan aset yang ada di kajari Lampura.

 

Kepala kejaksaan negeri Lampung Utara Yuliana Sagala pun memberikan kejelasan bahwasanya yang dikatakan Desyadi selaku (BAPK) lampura itu memang benar, ia datang ke kejaksaan memang hanya untuk melakukan koordinasi terkait adanya aset milik Pemkab yang di pinjam pakikan kepada Kejari Lampura, di antara nya mobil dengan berbagai tipe dan merk yaitu Toyota Fortuner+kijang standard+ hillux, Daihatsu taruna, Nissan X-TRAIL, Mitsubisi Pajero, dan suzuki APV.

 

Kendaraan tersebut telah dipinjam pakikan pemkab Lampura sejak tahun 2012. Dan memang pemkab yang memberikan pinjam pakai ke pada kami karna pemkab sendiri memang menilai perlu ada nya alat penunjang bagi Kajari agar lebih efektif dan efisien dalam menjalankan tugas nya dan diantara itu pun kita memiliki surat surat tentang pinjam pakai dari ke tujuh kendaraan yang ada disini.

 

Sedangkan ketika di tanya tentang apakah Kejari Lampura tidak memiliki anggaran untuk alat penunjang kerja ?, Yuliana sagala menuturkan bahwasanya memang kita tidak ada anggaran khusus untuk itu, karna alat penunjang seperti mobil memang sudah di urus langsung dari kejaksaan agung ( Kejagung ) dan kejaksaan agung lah yang memiliki wewenang untuk Maslah anggaran mobil dinas di dalam tubuh kejaksaan.

 

Saat awak media mencoba menggali lebih dalam informasi tentang kedatangan kepala BAPK lampura itu ke kasi pidsus, Yuliana mengatakan kita tidak perlu khawatir mungkin saja pada saat itu kasubag bin kita tidak sedang berada di tempat lain (tidak ada di kantor), makanya ia bertemu dengan kasi pidsus. Hal ini lah yang terus masih menjadi tanda tanya (?) Dalam opini masyarakat di Lampung Utara. Karna tidak ada sinkronisasi antara kepala badan aset dan pengelola keuangan dengan kasi pidana khusus.

 

Kepala kejaksaan negeri Lampung Utara Yuliana Sagala pun menyampaikan bahwa pihaknya dalam hal ini kejaksaan negeri Lampura. Masyarakat tidak perlu khawatir dengan adanya pemberian peminjaman kendaran dari pihak eksekutif kepada kami.

 

Kami akan terus bekerja sebagai mana kami bekerja untuk penegakan hukum yang ada, kami tidak akan terintrofensi dengan pemberian pinjaman kendaraan tersebut. Kita akan tetap lanjutkan kasus- kasus yang ada dengan semaksimal mungkin tegas Yuliana Sagala (9/5/19). (intren5/lu)

Related Post

Leave a Reply

linked in share button