KISAH MENGHARUKAN DI BALIK BENCANA TSUNAMI ” MESKI AYAH KANDUNG TELAH DI TEMUKAN, ADIT JUGA MEMILIKI PAPI SEORANG POLISI”

Minggu, 30 Desember 2018 | 9:45 pm | 17941 Views

 

 

internlampungnews.com – Pesawaran, Tsunami yang terjadi di kawasan Selat Sunda pada Sabtu (22/12) kemarin Tidak hanya menimbulkan duka yang mendalam oleh korban yang hingga saat ini kehilangan anggota keluarganya, tapi juga menorehkan cerita mengharukan.

 

 

Salah satunya adalah pertemuan Aipda Turono dengan seorang bocah bernama A. Dinata Aditia Saputra yang beberapa hari ini viral di media Sosial silahkan lihat di Instagram Turono8686.

 

Saat ini Aipda Turono yang bertugas di Polresta Pesawaran selaku Kanit Binpolmas & Binmas sangat familier di kesatuannya . Begitu juga di lingkungan tempat tinggalnya beliau di kenal amat ramah dan dermawan kepada siapa pun yang memerlukan uluran tangannya.

Saat internlampungnews.com menggali lebih dalam cerita kepada Aipda Turono beliau menceritakan awal kisah bagaimana pertemuan dirinya dengan adit yang kini memanggil dirinya dengan sapaan “Papi”.

Di awali hari sabtu (22/12/2018) saat itu saya masih di pospam tugu pengantin Gedong Tataan Kabupaten pesawaran dalam menyambut tahun baru. Sekira jam 11 saya dapat kabar bahwa di wilayah pesisir teluk betung dan lampung selatan terkena Bencana Tsunami.

 

Lalu saya mencoba menghubungi kawan kawan sesama anggota yang ada di jajaran Polresta lampung selatan dan pesawaran yang notabene keberadaannya dipinggiran pantai yang selatan benar atau tidak ada bencana Tsunami.

 

Setelah memastikan bahwa benar telah terjadi bencana tsunami maka kami langsung kelokasi bencana. Malam itu masih teringat oleh saya bagaimana berantakannya keadaan di sekeliling saya, kendaraan yang kami gunakan pun tidak bisa masuk karna akses jalan tertutup oleh material kayu kayu, runtuhan bangunan dan bebatuan.

 

Esoknya saya bersama istri Fitria Agustina langsung kembali ke lokasi bencana tsunami saat itu saya dan istri berada di dapur umum tak jauh dari kami saya melihat sosok bocah duduk merenung sehingga saya berinisiatif mendekatinya. Saat itu tidak ada sepatah kata pun keluar dari kami berdua.

 

 

Saat itu saya memaklumi alasan adit berdiam diri tapi saya sendiri belum tau apa yang terjadi pada anak tersebut, sehingga saya sempat bertanya pada warga setempat yang kebetulan berada di dapur umum menurut keterangan warga tersebut bahwa kedua orang tua dan kedua adiknya hingga saat itu belum di ketahui yang kuat dugaan hilang tersapu Tsunami.

 

Hati saya langsung terenyuh mendengar kisah tersebut. Jiwa kemanusiaan saya timbul terlebih saat itu saya sudah tahu bahwa Adit diketahui kehilangan orang tua dan dua orang adiknya saat terjangan ombak tsunami di rumahnya di Desa Kunjir, Lampung Selatan.

 

Mengapa adit tidak terkena bencana tsumami karna pada saat itu, Adit memang tengah tak berada bersama dengan orangtuanya. Adit sedang berada di luar kota mengikuti undangan seleksi menjadi anggota Timnas U-13 untuk pra penyisihan Piala Asia.

 

Sekembalinya dari seleksi, Adit harus menelan kenyataan pahit kehilangan anggota keluargnya. Ibu dan adinya dikabarkan meninggal dunia. Sementara sang ayah saat itu masih dalam pencarian. Dokter serta beberapa petugas yang terkait di lokasi bencana berusaha menenangkan Adit atas musibah yang menimpa keluarganya ini.

 

” saat itu saya memberanikan diri untuk memanggil bocah itu lalu tiba tiba ia langsung memeluk saya sambil menangis sehingga jiwa saya terpanggil secara reflek spontanitas yang keluar dari mulut saya kalimat yang sabar ya adit nggak sendiri kok ” ujar saya

“Panggilnya papi aja ya. Papi kan di Karang, nanti kalau Adit ke Karang, Adit telpon. Nanti kalau papi kalau memang lagi enggak tugas nanti bisa temuin Adit, ya,” ujar polisi tersebut sambil berusaha menenangkan Adit dan memeluknya.

“Semangat dong, ya. Bisa kan semangat kan? Iya, apalagi bek, kuat nih kakinya. Jadi, jangan ngelamun. Tadi papi ke sini lihatin Adit ngelamun aja. Jangan ngelamun, ya. Semangat, ya. Banyak doa. Doa terus kirim doa buat ibunya, bapaknya. Adiknya juga.”

 

 

AYAH KANDUNG ADIT SUDAH DI TEMUKAN

Manusia tidak pernah tau apa yang rahasia kehidupan ternyata hal tersebut benar adanya pertemuan “Adit dan Aipda Turono ” tidak hanya menjadikan sebuah ikatan emosional di antara keduanya.

 

Masih ada kebahagiaan yang berpihak pada adit selain ia bertemu dengan Aipda Turono yang kini di sapanya “Papi” ternyata beberapa hari yang lalu kabar bahagia menyusul pada diri adit sebab ayah kandungnya telah di temukan.

 

Telah di temukan ayah kandung adit di benarkan oleh Aipda Turono ” Ya benar Ayah kandung adit telah di temukan tetapi keadaannya masih sangat memprihatinkan sebab tubuhnya penuh luka dan memar selain itu nampak psikologisnya masih trauma akibat bencana tsunami” ungkap Aipda Turono.

 

 

Aipda Turono juga membenarkan bahwa sudah dua hari ini Adit tinggal di kediaman nya di Wiyono Gedong Tataan Kabupaten pesawaran, ” Sebelum saya membawa beliau kerumah ku saya sudah meminta izin keluarga adit begitu juga Ayah kandungnya, Ya Alhamdulillah adit sekarang sudah punya saudara lagi (Anak kandung Aipda Turono- red). Saya bahagia sekaligus terharu karna saat ini Senyum adit telah hadir kembali meski rasa kehilangan itu masih ada” katanya.

Saat di tanyakan apa rencana kedepan apakah sang Aipda akan membantu Adit untuk meraih masa depannya dengan rendah hatinya beliau mengatakan “Sejauh ini saya belum bisa berkata apa apa terlebih ayah kandung adit kini telah di temukan yang pasti jika allah mengizinkan saya siap membantu Adit untuk meraih masa depannya yang lebih gemilang” pungkasnya. (Intern1)

Related Post

Leave a Reply

linked in share button