class="post-template-default single single-post postid-3868 single-format-standard">

KOMITE MAHASISWA NUSANTARA DEMOKRASI REGIONAL SUMATRA SIAP MENGAWAL DEMOKRASI PILEG DAN PILPRES 17 APRIL 2019

Sabtu, 30 Maret 2019 | 12:46 pm | 296 Views

 

internlampungnews.com- Lampung Utara, Sejati Mahasiswa merupakan garda terdepan dalam memperjuangkan dan mempertahankan demokrasi di Indonesia selalu ditunggu sikap kritis dan positifnya dalam permasalahan politik pemerintahan di Indonesia Khususnya di wilayah sumatera.

 

Salah satu elemen mahasiswa, yang tergabung dalam organisasi pemuda masyarakat pengurus Komite mahasiswa Nusantara Demokrasi (KMND) Ragional Sumatra melakukan deklarasi anti politik uang sebagai sikap mahasiswa di kerawanan politik praktis menjelang Pilpres dan Pileg di wilayah sumatera. Jumat (29/3/2019).

 

Dengan mengangkat tema Pilkada damai tanpa politik uang, berikut pernyataan sikap yang dibacakan oleh Aris Tama selaku Ketua Umum KMND ragional sumatera yang juga merupakan mantan ketua PMII Lampung Utara.

 

Pemilihan tinggal menghitung hari lagi menjelang pemilihan kepala Negara Republik Indonesia khususnya di wilayah Sumatera, hembusan angin tak sedap sentimen Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (Sara), kian kencang menerpa lawan-lawan politik. Dan saling menjatuhkan antara beberapa kandidat calon legislatif maupun presiden.

 

Menurut Aristama saat Di mintai keterangan menjelaskan bahwasanya dwngan Adanya isu praktek politik uang, yang menggejala sejak lama, turut meramaikan di wilayah sumatra khususnya. terus terang saja, di dalam pilpres tahun 2019 ini cukup menyedot perhatian publik di wilayah sumatra dan indonesia,” Ungkapnya .

 

Dalm kesempatan ini pula beliau dengan gamblang Menegaskan, mengingat lampung merupakan jalur sutra pintu gerbang sumatra selain lintas provinsi yang strategis setiap provinsinya, Lampung merupakan miniatur Ibukota sehingga wajar jika menarik perhatian seluruh masyarakat sumatera khususnya dan Indonesia Pada umumnya tertuju kepadanya.

 

“Maka kami perwakilan Kelompok mahasiswa KMND merasa perlu menyikapinya secara serius agar Pilpres dan Pilek ini berjalan secara damai dan jujur serta adil,” katanya.

 

Aris Tama pun berharap agar masyarakat dapat lebih cerdas menggunakan hak suaranya dan tidak mudah terprovokasi isu isu berita hoax yang tengah berkembang Jadilah pemilih yang bijak, agar negara’ ini dapat mengulang masa jaya nya kembali untuk menjadi macan asia.

 

Pernyataan Sikap Komite Mahasiswa Nusantara Demokrasi (KMND) Ragional Sumatra.

 

Kami merangkul kepada seluruh lapisan element komponen masyarakat se-sumatra bersama-sama, bahu-membahu, mengawal Pilpres dan pilek, ini agar pesta demokrasi Kedepanya ini berjalan dengan semestinya serta berkualitas.

 

Kami mengajak kepada anak-anak muda, Pelajar Dan Mahasiswa khususnya kepada para pemilih pemula, mengingat masih cukup tingginya angka pemilih pemula yang belum menetapkan pilihannya (swing voter), menggunakan hak pilihnya secara bertanggungjawab: tidak golput. Karena satu suara Anda menentukan gerak maju indonesia kedepanya.

 

Menghimbau kepada kandidat presiden dan wakil presiden serta calon angota dpr ri dprd dpd untuk bersama-sama menciptakan suasana damai menjelang Pemilihan, terutama dengan tidak menebar black campaign dannegative campaign dalam kampanye-kampanyenya yang menyerang kandidat lain, sehingga menimbulkan chaos dalam pesta demokrasi.

 

Mengingatkan kepada seluruh pasangan calon dan juga partai-partai politik pendukungnya, untuk menciptakan pesta demokrasi yang bersih tanpa adanya
praktek politik uang, karena hal itu sama sekali tidak mendidik warga Masyarakat.

 

Terutama kepada seluruh Mahasiswa Yang Ada di perguruan tingi yang ada Di wilayah sumatraKhusus Nya untuk melakukan kontrol sosial guna mengantisipasi praktek politik uang. Apabila ditemukan praktek politik uang, maka kami akan melaporkan kepada Bawaslu dan KPU yang ada di wilyah sumatra sekitarnya agar segera melakukan diskualifikasi terhadap kandidat calon presiden dan wakil presiden serta calon legeslatif DPRD sampai DPD RI dan DPR RI yang melakukan pelanggaran tersebut.

 

Kami bertekad, bersama-sama dengan Bawaslu mengawal Pilkada Pilpres Dan Pilek demi terciptanya damai dan bersih dari praktek-praktek busuk yang tak bermoral dengan cara terjun langsung ke TPS-TPS untuk memastikan semuanya berjalan sesuai dengan nilai-nilai demokrasi Indonesia.

 

Meminta kepada KPUD BAWASLU ,Gubernur dan wakil gubernur Serta Bupati Dan Wakil Bupati untuk bertindak adil dan jujur selama proses pemilihan kepala daerah berlangsung.

 

Semoga proses demokrasi ini mampu melahirkan pemimpin yang pro rakyat berdasarkan esensi kekuasaan itu sendiri (Az/LU/intern5)

Related Post

Leave a Reply

linked in share button