class="post-template-default single single-post postid-4741 single-format-standard">

Nah Loo,, UU Migas Mengancam Penjual BBM Eceran Kurungan 3 Tahun Penjara Denda 30 Miliar

Jumat, 9 Agustus 2019 | 12:30 pm | 1086 Views

 

internlampungnews.com – Bandarlampung, Saat ini masih banyak kita temui pedagang BBM (Bakar Bakar Minyak- Red) di sepanjang jalan di Seputaran Kota Bandar Lampung, Kehadiran Mereka Terkadang sangat Membantu Ketika saat dalam Perjalanan Kendaraan yang kita kemudikan mengalami kehabisan Bahan Bakar.

 

Dari hasil pantauan dagang Minyak Eceran Rata Rata mendapatkan keuntungan Rp 12.000 – 1500 dan kebanyakan dari mereka bisa menjual BBM eceran dalam kemasan botol bekas minum Mineral dengan Ukuran per satu liter sebanyak 10 liter hingga 20 liter.

 

Seperti yang di kemukakan oleh Ardi salah satu pedagang BBM Eceran di jalan imam bonjol menyebutkan dirinya menjual BBM Eceran sudah 3 tahun, mengenai Laba ” Sehari saya Bisa mendapat keuntungan paling sedikit 120 ribu mas dari penjualan BBM per 10 Liternya” ungkapnya.

 

Saat di tanyakan bagaimana cara dirinya mendapatkan BBM yang kemudian di jual Kembali dirinya menyebutkan untuk mendapatkan BBM dirinya menggunakan kendaraan Mobil Dan Motor yang kemudian di keluarkan menggunakan Selang lalu di tampung di dalam Drigent dan hal seperti inj Sudah jadi Rahasia Umum” Ardi Menjawab Santai.

 

Mengenai Resiko Kebakaran yang sering Terjadi ardi pun mengatakan “Yang penting Hati hati ajalah mas toh semua Profesi kerja punya Resiko ” Katanya.

 

Memang tidak bisa di pungkiri hingga kini memang banyak orang yang membeli bensin di SPBU menggunakan kendaraan pribadi lalu di tampung di dalam drigent kemudian menjualnya kembali dengan harga eceran banyak bensin-bensin eceran dijual di pinggir jalan terlebih di daerah-daerah pelosok.

 

Meski cukup membantu pengendara yang kehabisan bensin di daerah desa minim SPBU, namun adanya hukum membuat pedagang tersebut terancam. Mungkin Tidak banyak yang Mengetahui adanya Ancaman Penjara Selama 3 tahun Dan denda 30 Miliar Bagi bagi pedagang yang menjual bensin secara eceran.

 

Baru-baru ini tindakan tersebut dilarang keras, karena bertentangan dengan undang-undang yang berlaku. Pertamina melarang konsumen untuk menjual kembali bensin yang didapat dari SPBU Pertamina.

 

Penjualan bensin Pertamina oleh masyarakat demi mencari keuntungan, secara hukum tercantum dalam undang-undang.

 

Dilansir dari Tribunmanado.co.id, Benny Hutagaol, Sales Executive Pertamina Retail IV mengatakan, masyarakat dilarang membeli BBM jenis apapun untuk dijual kembali karena bertentangan dengan UU No.22/2001.

 

“Siapa saja yang melanggar pasal 53 UU No. 22 tahun 2001 tentang migas bisa diancam pidana maksimal tiga tahun penjara dengan denda maksimal Rp 30 miliar,” kata Benny, Sabtu (3/8/2019).

 

Benny menegaskan, pelarangan ini juga berlaku pada kios-kios penjual yang memperdagangkan berbagai jenis BBM.

“Alasannya karena hal tersebut sangat berbahaya bagi keselamatan penjual dan orang lain. Apalagi lokasinya di wilayah perkotaan, kecuali daerah tersebut jauh dari SPBU,” terang Benny.

 

Menurutnya, jika ada yang mengeluarkan rekomendasi untuk penjualan BBM di wilayah kota artinya itu salah, karena melanggar UU Migas.

 

“Misalnya pelarangan dalam pembelian BBM jenis premium, karena oknum membeli dalam jumlah banyak nantinya masyarakat yang membutuhkan Premium akan kesulitan,” ujarnya.

 

Benny mengharapkan ke depannya tidak ada lagi oknum yang memanfaatkan kesempatan membeli dan menjual kembali BBM termasuk jenis premium.

 

Untuk pengawasan penjualan di SPBU, Pertamina menggunakan CCTV atau kamera tersembunyi guna mencegah terjadinya penyelewengan oleh oknum yang tak bertanggungjawab. (intern/1/Hen)

Related Post

Leave a Reply

linked in share button