Opini

Posisi Wanita Menjelang Pemilihan Legeslatif 2019

( OPINI ) Anton Lironi BR Ketua Komisariat PMII STKIP PGRI Bandar Lampung 2013-2014 , Sekertaris Pengurus Cabang PMII Kota Bandar Lampung 2014-2015   “ Hak perempuan diatur dalam banyak regulasi di Indonesia dan sebaliknya pula ada sejumlah regulasi yang mendiskriminasi perempuan. Minim implementasi dan perlu pembaruan yang mendesak.”   Tabik Puun Ngalim Puro Mahap

(OPINI ) Menjinakkan Hati Seorang Wanita Yang Bergelar “IBU”

( internlampungnews.com) – Bukan bunga, bukan peluk cium dari keluarga, bukan pula lagu-lagu cinta yang diberikan untuk para mama pada momen yang kelak disebut sebagai cikal bakal Hari Ibu di Indonesia. Hari itu, di hadapan sekitar 1.000 hadirat, sebuah panembrama dilantunkan.  “Dengan harapan selamat, paduan suara ini, Panitia Congres Wanito di seluruh Hindia. Yang menjadi

Korupsi Di Kementerian Dan Lembaga Tak Kalah Dahsyat dari DPR

OPINI  (internlampungnews.com) – Di banyak negara, orang kehilangan sebagian besar kebutuhan dasarnya dan tidur dalam keadaan lapar setiap malam karena korupsi, sementara yang berkuasa dan korup menikmati gaya hidup mewah tanpa hukuman. Kalimat tersebut dinyatakan oleh José Ugaz, Ketua Transparansi Internasional. Praktiknya, korupsi banyak dilakukan oleh para pemegang kuasa yang menyalahgunakan kekuasaan untuk keuntungan pribadi. Di

(OPINI) Guru Ya Tetaplah Guru, Antara Tugas Dan Kesejahteraannya Apakah Sudah Seimbang

Guru,adalah orang yang harus bisa digugu dan ditiru. Maksudnya adalah orang yang patut didengarkan apa yang dikatakannya dan dicontoh apa yang dilakukannya. Didengarkan, beda dengan didengar. Didengar hanya akan masuk lewat telinga kanan keluar lewat telinga kiri, tapi tak ada realisasi apa yang telah didengarnya. Didengarkan maksudnya adalah melaksanakan apa yang telah guru katakan kepada

(OPINI) Tahun Politik 2018 “ Damai Dalam Gersang “

  Bangsa Indonesia sudah memiliki pengalaman peradaban selama berpuluh-puluh abad untuk memilih pemimpinnya. Pada Pemilihan Kepala Daerah di abad 21 ini jauh lebih sederhana karena sekadar melibatkan penduduk atau warga Negara , pada 27 juni Pemilukada 27  kembali di gelar secara serentak di seluruh “ Negri Surga “ yang konon tongkat Kayu dan  batu Jadi

(OPINI ) Keadilan Seadil Adilnya Atau Keadilan Yang Di Adil – Adilkan ( Yuridhis Mahendra )

Seandainya dalam institusi negara kita pemerintah dan rakyat sudah sama-sama sanggup melaksanakan ketaatan yang maksimal terhadap hukum, Anda masih boleh tertawa-tawa geli menyaksikan sejumlah kepahitan di belakangnya. Pertama, orang yang merasa nyaman dengan maksimalitas pelaksanaan hukum itu adalah mereka yang merupakan bagian dari “masyarakat” hukum. Masyarakat hukum adalah penghuni elite dari peradaban ’modern’, tepatnya masyarakat

( OPINI ) Benarkah Rakyat Mu Kekasih Sejatimu ( Yuridhis Mahendra)

Beberapa bulan sebelum Pemilukada serentak di Indonesia 2018, orang saling bertanya: “Siapa ya, sebaiknya yang menjadi Kepala Daerah kita nanti…?” Kemudian mereka menyebut sejumlah nama, membandingkannya, memperdebatkannya, atau membiarkan nama-nama itu berlalu dalam dialog yang tak selesai. Atmosfer dialog tentang calon Kepala Daerah saat ini diwarnai oleh berjenis-jenis nuansa, latar belakang ilmu dan pengetahuan, kecenderungan

(OPINI) – Demokrasi sang Perawan Yang Belajar Menjanda (Yuridhis Mahendra)

Demokrasi merupakan puncak pencapaian ilmu, ideologi dan wisdom hasil karya ummat manusia abad 20-21. Demokrasi telah disepakati untuk menjadi satu-satunya “kiblat” dalam urusan kehidupan bernegara dan berbangsa. Hampir tidak ada ketidak-sepakatan terhadap demokrasi. Semua orang menjunjung demokrasi Semua orang merasa salah, bodoh dan dekaden kalau ragu terhadap demokrasi. Tidak ada pidato Presiden, bahkan Soeharto, apalagi

linked in share button