PEMBELAAN DEMOKRAT TERHADAP ANDI ARIEF ” ITU KALIMAT KEWASPADAAN BUKAN MEMFITNAH”

Kamis, 3 Januari 2019 | 4:27 pm | 6345 Views

Ketua Divisi Komunikasi dan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean. 

 

 

internlampungnews.com – Jakarta, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief mendapat kecaman dari kubu Jokowi–Ma’ruf lantaran salah satu tulisannya di media sosial Twitter, Rabu (2/1/2019) kemarin.

 

Tulisan tersebut memuat informasi tentang tujuh kontainer surat suara yang telah dicoblos di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

 

Ketua Divisi Komunikasi dan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengatakan, tulisan Andi Arief di laman Twitter itu justru mempertanyakan dan meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mengecek kebenaran informasi tersebut supaya tidak terjadi fitnah.

 

“Tweet Andi Arief itu bentuk penyampaian kewaspadaan, bentuk peringatan dini yang memiliki semangat menjaga demokrasi. Kita semua tentu bisa membayangkan apa yang terjadi jika kita semua abai, cuek, dan diam terhadap sebuah isu, tapi ternyata benar. 

 

Nah, maka itu lebih baik disampaikan, ditanyakan agar tidak menjadi hoaks,” kata Ferdinand, di hadapan para wartawan, Kamis (3/1/2019).

 

Dia juga meminta kepada semua pihak untuk tidak membangun tradisi ketika seseorang menyampaikan adanya dugaan atau pertanyaan dan ternyata tidak terbukti langsung dihakimi dan dituduh sebagai penyebar hoaks.

 

“Jika (penghakiman) ini terjadi, maka niscaya seluruh kewaspadaan yang dimiliki anak bangsa akan mati karena rasa takut menyampaikan. Ini tidak baik dan buruk ke depan,” ujarnya.

 

Ferdinand berpendapat, sudah seharusnya masyarakat menyampaikan sesuatu yang dinilai mencurigakan agar ditindaklanjuti aparat. Sebagai analogi, seseorang menerima sebuah paket yang tidak diketahui isinya dari orang tak dikenal. Sang penerima curiga paket tersebut berisi sesuatu yang bisa membahayakan jiwanya. 

 

Dia lalu memberi tahu kepada orang-orang ihwal paket mencurigakan tersebut. Namun, setelah diperiksa oleh polisi, ternyata isi paket tersebut tidak membahayakan. Lantas, apakah orang yang mencurigai paket itu layak dirundung dan dicap sebagai penyebar hoaks? 

 

“Bagi saya, kewaspadaan itu perlu. Mari sikapi dengan bijak, mana yang berniat hoaks, mana yang berniat mencari kebenaran fakta. Andi Arief sudah benar menyampaikan itu untuk menjaga demokrasi, itu waspada namanya,” ucap Ferdinand.

 

Sebelumnya, Andi Arief melalui akun Twitter @AndiArief__ mengunggah tulisan tentang isu tujuh kontainer berisi surat suara yang sudah tercoblos di Pelabuhan Tanjung Priok.

 

“Mohon dicek kabarnya ada 7 kontainer surat suara yg sudah dicoblos di tanjung priok. Supaya tidak fitnah harap dicek kebernarannya. karena ini kabar sudah beredar,” cuit Andi Arief. (intern6)

Related Post

Leave a Reply

linked in share button