Pemilihan Peratin Pekon Mon Pesisir Barat Menghangat, Dugaan Dosa Lama Terkuak

Selasa, 2 Oktober 2018 | 1:31 pm | 11399 Views
” Dalam Suksesi Pemilihan Peratin Pekon Mon Pesisir Barat yang akan  digelar petengahan Oktober 2018 Mulai Menghangat, satu persatu indikasi kebobrokan Calon Incumbent terkuak , Mulai dari Penunjukkan Perangkat Desa Yang  Menggunakan Ijzah Orang Lain Aspal (Asli Tapi Palsu-Red), dugaan Penyelewengan Anggaran dana Desa, Hingga Kampanye Hitam Plt Peratin (Kepala Desa-red) Mengarahkan masyarakat untuk memilih Incumbent”

 

 

internlampungnews.com-Pesisir Barat, Jelang pemilihan peratin serentak di 42 pekon di Kabupaten Pesisir Barat, yang direncananya akan digelar pada Pertengahan Oktober 2018 mendatang, berbagai persiapan dilakukan oleh Pemkab setempat.  

 

Pemilihan Peratin (Pilkades) merupakan sarana perwujudan kedaulatan rakyat yang diselenggarakan secara langsung, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Desa atau sebutan lain dalam pemerintahnya dipimpin oleh kepala desa atau Peratin.

 

Kepala Desa adalah sebagai penyelenggara urusan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan desa. Pekon adalah sebutan lain dari pemerintahan desa yang berada di Kabupaten Pesisir Barat sesuai dengan peraturan daerah Kabupaten Pesisir Barat Nomor 07 Tahun 2016 tata cara pemilihan kepala desa, pengangkatan/pelantikan dan pemberhentian kepala desa.

 

Namun dalam prakteknya pilkades yang sudah diatur oleh Undang-undang pemerintah untuk saat ini sangat sulit terselenggara dengan lancar berkualitas mengingat bermainya kepentingan politik, kepentingan yang ingin berebut kekuasaan ketimbang hakikat yang diinginkan oleh pilkades yaitu pemerintahan desa yang legitimate.

 

Sistem pemilihan kepala Peratin (Kepala Desa-red) dipilih secara langsung melalui pemilihan  oleh penduduk desa. Usia minimal kepala desa adalah 25 tahun, dan ia harus berpendidikan paling rendah SLTA, peyelenggaraan pemilihan kepala desa dilakukan oleh panitia pemilihan, yang dibentuk BPD, dan anggotanya terdiri dari unsur perangkat desa, pengurus lembaga kemasyarakatan, dan tokoh masyarakat.

 

Dalam Suksesi Pemilihan Peratin pekon mon (Kepala Desa-red) saat ini semakin menghangat. Menariknya dalam suksesi pemilihan ini muncul beberapa persoalan mulai dari Perangkat peratin menggunakan ijazah orang lain, Plt. Pekon Mon diduga melakukan sosialisasi yang mengarahkan masyarakat untuk memilih kembali incumbent.

 

Menanggapi persoalan pengangkatan Perangkat desa yang diduga menggunakan ijazah orang lain tersebut Bayazid selaku Plt peratin (Kepala desa-red) mengatakan kepada internlampungnews.com “ Saya akan pelajari dahulu kebenaran informasi ini, sebab beberapa orang yang di sebutkan tadi  yang saat ini memang menjabat Sebagai perangkat Desa di tunjuk sebagai perangkat peratin yang di duga menggunakan ijazasah orang lain itu ada bukan di jaman saya.  tetapi ada sejak dari jaman Peratin yang saat ini mencalonkan diri kembali sebagai Peratin Pekon Mon ( Kepala Desa mon-red)” ujar Bayazid.

 

Terkait kampaye hitam yang dilakukan Plt. Peratin Pekon Mon,. “apalagi yang kalian inginkan, semua pembangunan infrasturkur sudah dibangunkan di SP4, kalau kalian tidak milih darman, gila kalian “ Papar Bayazid didepan Masyarakat Pekon tersebut.

 

Bayazid Menegaskan “ info itu tidak benar saya tidak pernah mengeluarkan kata – kata seperti itu, siapa orangnya yang mengatakan itu, Selaku Plt dan Aparatur Sipil Negara Saya harus bersikap netral dan saya bertanggung jawab mengenai kebenaran Bahwa saya tidak pernah mengarahkan masyarakat untuk memiliih siapa pun “ Tegas Bayazid. (intern1)

Related Post

Leave a Reply

linked in share button