PERSAUDARAAN ITU SELAMANYA

Rabu, 27 Maret 2019 | 9:17 pm | 624 Views

OPINI
Husni Mubarak
Ketua Cabang HMI 

Kota Bandar Lampung

 

Perkembagan dari Reformasi, Demokrasi dapat membawa berkah tetapi sekaligus juga potensial membawa bencana dalam melewati proses pembangunan kehidupan bernegara dan bermasyarakat.

 

Otonomi juga merupakan suatu proses perubahan dimana partisipasi mestinya jauh lebih efektif, sistem manajemen pembangunan semberdaya manusia bisa lebih baik, dan kemandirian dapat lebih kokoh.

 

Kesetaraan dan kemitraan, merupakan dasar bagi terbentuknya hubungan sosial yang adil dan terekatnya solidaritas “senasib, sepenanggungan” sebagai anak Bangsa.

 

Kesetaraan antar sesama, tidak membedakan suku dan agama serta etnis, berarti tidak menjadikan isu SARA sebagai komoditi konflik tetapi justru memanfaatkan perbedaan tersebut sebagai potensi untuk saling mengikat persaudaraan.

 

“Diciptakan manusia secara bersuku-suku dan berbeda-beda, agar saling mengenal dan bersaudara”. Namun, kenyataannya manusia selalu ingin menang sendiri dan menganggap remeh orang lain.

 

Tantangan yang sedang dihadapi bersama dalam proses otonomi adalah masyarakat sedang mengalami keretakan persaudaraan antar sesama, penurunan kepercayaan antar sesama pemimpin dan pemeritahnya, kemerosotan moral dan kehilangan keteladanan.

 

Saya HUSNI MUBARAK Ketua Umum HMI Cabang Bandar Lampung, mengajak semua pihak wabil khusus yang ada di provinsi lampung, mendekati Pemilihan Umum (Pemilu) yang tinggal menghitung hari ini untuk merajut kembali Tali – tali persaudaraan yang mungkin belakangan sempat kusut bahkan putus sebelum digelarnya pemilu tanggal 17 April nanti.

 

Masyarakat provinsi lampung harus tetap menjaga kondusifitas serta merawat kesolidan ditengah perbedaan pandangan politik, karena persatuan masyarakat harus dikedepankan sekaligus juga yang akan memberikan dampak lansung terhadap perkembangan pembangunan ditanah sai bumi ruwa jurai.

 

Kita harus tanamkan bahwa pertarungan dalam politik adalah pertarungan kompetitif bukan pertarungan ideology, mari kita utamakan Ukhuwah, Sebagaimana Allah berfirman :

 

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni’mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni’mat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya.

 

Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.(QS. Ali Imran:103).

 

Pemerintahan (Ekskutif, Legislatif dan Yudikatif) hanya merupakan wadah dimana masyarakat menitipkan cita – cita dan masa depan bangsa, namun Cita – cita dan masa depan itu tentu akan tidak bisa kita lihat jika masih ada sisa – sisa perbedaan pandangan politik nantinya yang merong – rong jiwa (yang menang jangan memusuhi yang kalah dan yang kalah jangan sampai menghilang) karena tumbuh dewasa adalah merupakan harga bertahan hidup.

 

Menurut Hans Kelsen, ada dua definisi politik, yaitu: Politik sebagai etik, berkenaan dengan tujuan manusia atau individu agar tetap hidup secara sempurna. Politik sebagai teknik, berkenaan dengan cara (metode) manusia atau individu untuk mencapai tujuan.

 

Kompetisi dan Kompetensi, merupakan daya untuk survival atau mempertahankan hidup bahkan merupakan dayadukung dan dayadorong untuk berprestasi. Masyarakat harus mampu berkompetisi menghadapi perubahan hidup, demikian pasca pesta demokrasi di gelar khusunya di wilayah provinsi lampung.

 

 

Se-kata apa yang yang diungkap Nurcholis Madjid dalam bukunya “Oposisi Bukan Musuh Pemerintah” menyebutkan, esensi oposisi adalah check and balance, tidak berarti to oppose atau untuk melawan, tapi juga to support atau mendukung.

 

Dengan formalitas check and balance itu, maka pent-up feeling atau perasaan-perasaan yang tersumbat akan tersalurkan. Dan itu bisa menjadi lebih produktif. Sebab orang-orang (yang tersumbat) bisa dijadikan sumber ide-ide yang paling kreatif dan maksimal.

 

Kemajemukan dalam berfikir dan keberlanjutan, merupakan kodrat alam, maka agar dapat mencapai pembangunan yang berkelanjutan, diperlukan penghargaan atas kemajemukan. Kemajemukan menunjukkan banyak alternatif yang berarti setiap orang atau sistem atau kelompok dapat mengembangkan identitas dan cirikhas untuk dapat saling dipertukarkan.

 

Sangat diharapakan dalam pembangunan manusia seutuhnya bisa mengubah kaum mellinial, politisi, birokrasi, akademisi, agar berfaham “Persatuan dan Kesatuan”, senada pesan leluhur kita merumuskan “Bhineka Tunggal Ika” sebagai perwujudan keragaman karakteristik wilayah dan kemajemukan sosial budaya masyarakat Indonesia pada umumnya. (**)

Related Post

Leave a Reply

linked in share button