class="post-template-default single single-post postid-4523 single-format-standard">

Polda Lampung Selamatkan Uang Negara Mencapai 48,2 M, 18 Tersangka Sudah ditahan

Sabtu, 13 Juli 2019 | 1:40 am | 1911 Views

internlampungnews.com – Bandarlampung, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Lampung mengamankan 18 tersangka dalam kasus penyelundupan benih lobster, Kamis (11/7/2019) pukul 15.30 WIB.

Penyidikan kasus pidana perikanan ini berdasarkan laporan polisi nomor LP.A/966 dan 976/VII/2019/LPG/SPKT.

Sebanyak 18 tersangka itu ditangkap dari lokasi yang berbeda-beda. Mereka berada di tempat penampungan dan pengemasan benih lobster.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Zahwani Pandra Arsyad, memaparkankan 10 orang dibekuk di Kampung Sawah Raya RT 006 Kelurahan Bakung, Telukbetung Barat, Bandarlampung.

Mereka berinisial AR, A bin S, A bin N, AH, AS, AHS, M, S, SW, dan Z. Bersama para tersangka diamankan barang bukti 27.100 ekor benih lobster jenis mutiara ukuran 1 cm dan 279.550 ekor benih lobster jenis pasir ukuran 0,9 cm.
Delapan orang lagi diringkus di Perum Nila Kandi No. 20 Bumiwaras, Bandarlampung. Inisialnya adalah AT, I, LB, LR, R, UJ, JF, dan K. Dari tempat ini disita 70.000 ekor benih lobster.

 

Keseluruhan benih lobster yang diamankan sebagai barang bukti ada 366.650 ekor dalam kemasan 30 boks dengan kerugian negara sekitar Rp48,2 miliar.

Tersangka dijerat tindak pidana mengeluarkan sumber daya ikan ke luar dari wilayah pengelolaan perikanan Indonesia.

Atau melakukan perbuatan yang dapat mengakibatkan kerusakan sumber daya ikan. Ini sebagaimana dimaksud Pasal 88 jo Pasal 16 ayat 1 atau Pasal 86 ayat 1 jo Pasal 12 ayat 1 UU No. 31 tahun 2019.

 

UU No. 31/2019 itu merupakan perubahan UU No 45 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas UU No 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.

 

”Para tersangka diancam delapan tahun penjara dengan denda Rp1,5 miliar atau 10 tahun penjara dengan denda paling banyak Rp2 miliar,” papar Zahwani depan Awak media. (intern1)

Related Post

Leave a Reply

linked in share button