class="post-template-default single single-post postid-4299 single-format-standard">

Polemik penerbitan Pedagang Pasar Panjang memuai beragam tanggapan

Senin, 8 Juli 2019 | 2:15 pm | 2221 Views

internlampungnews.com – Bandarlampung, Beragam tanggapan muncul dari para pedagang yang berjualan di halaman parkir Pasar Panjang terkait dengan pelaksanaan penataan oleh Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung.

 

Tanggapan pro dan kontra dari para pedagang sayuran yang terkena penertiban menuturkan ada yang merasa tidak keberatan dengan pelaksanaan penataan yang dilakukan mereka siap mengikuti turan yang ditentukan.

 

Bagi pedagang yang kontra terkait hal tersebut tentu beragam alasan,beberapa pedagang mengakui jika berdagang di bagian depan lebih enak karna banyak pembeli karna pembeli kebanyakan enggan masuk kedalam. 

 

Diberitakan sebelumnya, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Bandar Lampung melaksanakan penataan ulang kondisi pedagang yang berjualan di halaman parkir pasar Panjang.

 

Penertiban PKL ini berdasarkan surat pengumuman nomor 300/214/II.03/2019. Juga dalam rangka menegakkan Perda Bandar Lampung Nomor 1 tahun 2018.

 

Dalam pelaksanaan penataan dipimpin langsung Kadis Perdagangan Kota Bandar Lampung Adiansyah bersama jajarannya didampingi Jan Roma, Kabid Tibum Satpol PP Kota Bandar Lampung, dan pihak Dinas Perhubungan Bandar Lampung.

 

 

Kadis Perdagangan Kota Bandar Lampung Adiansyah menuturkan awalnya untuk semua pedagang di halaman parkir ini dapat berpindah ke belakang.

 

“Tapi karena ada kebijaksanaan bapak wali kota bahwa dari subuh mereka boleh berdagang di depan sini sampai dengan pukul 7.15 WIB mereka harus sudah siap-siap. Artinya pukul 7.30 WIB tempat ini sudah kembali fungsinya untuk lahan parkir,” paparnya saat dijumpai, Senin (8/7/2019).

 

“Tapi karena ada kebijaksanaan bapak wali kota bahwa dari Subuh mereka boleh berdagang di depan sini sampai pukul 7.15 WIB, mereka harus sudah siap-siap.

 

Artinya pukul 7.30 WIB, tempat ini sudah kembali fungsinya untuk lahan parkir,” paparnya saat dijumpai, Senin (8/7/2019).

 

Menurutnya, jika mengacu kepada keinginan pedagang bermacam-macam tapi dicarikan win-win solution.

 

“Saya rasa jam 7.15 – 7.30 WIB sudah cukup. Apabila mereka ingin melanjutkan berdagang silakan di belakang karena kita ada tempatnya lahan kosong dan layak,” tuturnya.

 

 

Jumlah total pedagang yang berjualan baik yang di mobil atau hamparan kurang lebih sebanyak 200 pedagang.

 

“Jadi kita memang sudah ngebentuk paguyuban pedagang khusus di depan. Jadi kalau ada yang mau dikoordinasikan lebih memudahkan kita,” paparnya.

 

Keinginan pedagang yang berjualan di lahan parkir ini memang lebih mudah berjualan di depan supaya lebih mudah dilihat pembeli.

 

“Itu keinginan pedagang seperti itu, namun kita menata dengan kasih kebijaksanaan tadi yaitu sampai 7.15 WIB. Kalau namanya keinginan mereka, harus kita padukan dengan kebijaksanaan kita,” tuturnya.

 

Adiansyah mengatakan, pihaknya selain melakukan penataan di pasar panjang juga di beberapa pasar lainnya seperti Pasar Tugu dan Pasar Pasir Gintung.

 

“Ya ini sembari jalan juga Pasar Tugu yang di pinggir jalan jam 7.00 WIB kita sudah harus pindah mereka, sehingga tidak ganggu arus lalu lintas,” katanya.

 

“Kemudian, pihaknya juga memberikan batas untuk di Pasar Pasir Gintung agar mereka tidak melebihi batas yang ditentukan untuk berdagang,” sambungnya.

 

Antisipasi yang dilakukan supaya tetap tertib yaitu dengan melaksanakan pengawasan rutin dan disosialisasikan oleh semua unsur yang ada di pasar, baik dinas perdagangan, Pol PP, satpam, dan dinas perhubungan.

 

Hasil pantauan Sebanyak 15 anggota Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) Bandar Lampung diturunkan dalam pelaksanaan penataan pedagang di halaman parkir pasar panjang.

 

 

Pernyataan tersebut diungkapkan Jan Roma, Kabid Tibum Satpol PP Kota Bandar Lampung saat diwawancara, Senin (8/7/2019).

 

“Untuk yang ada sekarang kurang lebih 15 personel, tapi kalau kira-kira dalam kondisi saat ini dipandang perlunya ada penambahan ya kita tambah. Itu tergantung situasinya,” paparnya. (intern/1)

 

Related Post

Leave a Reply

linked in share button