class="post-template-default single single-post postid-4219 single-format-standard">

Terkait tewasnya Harun Rasyid saat kerusuhan 22 Mei 2019 “Kepolisian temukan Fakta Baru”

Sabtu, 6 Juli 2019 | 3:17 am | 1512 Views

internlampungnews.com – Jakarta, Harun Rasyid di ketahui publik yang menjadi salah satu korban tewas dalam kerusuhan 21-22 Mei 2019. Polisi membeberkan fakta-fakta terbaru terkait tewasnya Harun.

 

Didin Wahyudin, ayah almarhum Harun Rasyid, sempat menceritakan ketika putranya dikabarkan sudah tak bernyawa. Didin tidak tahu persis bagaimana kronologi tewasnya Harun saat kerusuhan 22 Mei.

 

Dari pengakuannya, putranya itu hendak bermain sebelum ditemukan tewas, kabar tewasnya Harun sempat simpang siur di media sosial.

 

Seperti di ketahui publik saat itu Harun dikabarkan meninggal karena dipukuli pihak kepolisan yang mendapat bantahan.

 

Sebab, pihak Polri mengatakan peristiwa dalam video di media sosial itu fakta sebenarnya adalah tentang penangkapan salah seorang pelaku perusuh yang di ketahui awalnya terungkap berinisial A yang ternyata Andri Bibir.

 

Lalu berdasarkan penyidikan sejauh ini Berikut fakta baru tewasnya Harun.

 

Ditembak dari jarak 11 Meter

Polisi mengatakan Harun Rasyid tewas ditembak dari jarak sekitar 11 meter di dekat Flyover Slipi, Jakarta Barat. Ciri-ciri pelaku, kata polisi, juga sudah diketahui.

 

“Terhadap Harun Rasyid sudah dilakukan autopsi dan memang ditemukan proyektil peluru ukuran 9×17 mm, diduga ini adalah dari senjata non-organik Polri,” kata Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Suyudi Ario Seto, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (5/7/2019).

 

“Arah tembakan itu memang miring, jaraknya hanya 11 meter, kemudian arahnya juga lurus mendarat, karena posisinya ada trotoar agak tinggi, jadi diduga pelaku ini agak tinggi,” imbuhnya.

 

Dia menjelaskan titik pelaku penembakan berbeda dengan titik polisi yang melakukan pengamanan. Dalam kerusuhan di Slipi itu, jarak polisi dengan perusuh sekitar 100 meter.

 

“Di mana anggota Polri yang melakukan penanganan unjuk rasa dengan jarak itu kurang lebih ada 100 meter.

 

Kemudian orang yang diduga melakukan penembakan itu ada di sisi kanan, yang mana di sisi kanan ini adalah ruko-ruko di dekat Flyover Slipi,” kata dia. (Intern/Jak)

Related Post

Leave a Reply

linked in share button