class="post-template-default single single-post postid-3761 single-format-standard">

TERNYATA SELAMA DUA BULAN SANG BUPATI MESUJI DI BAWAH PANTAUAN KPK..!!

Jumat, 25 Januari 2019 | 12:50 am | 4322 Views

 

internlampungnews.com – Jakarta, Kasus dugaan suap Bupati Mesuji Khamami menjadi operasi tangkap tangan (OTT) pertama di 2019 yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kasus tersebut merupakan salah satu kasus yang melalui penyelidikan selama dua bulan saja.

 

 

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengungkapkan pengungkapan kasus ini diawali dari informasi masyarakat yang disampaikan kepada pihaknya. Dari informasi itu, lembaga antirasuah lantas melakukan penyelidikan sejak November 2018.

 

 

Sampai diumumkannya tersangka, Kamis (24/1/2019) dan memasuki proses penyidikan, KPK berhasil menyelidiki kasus ini selama dua bulan. “Setelah kami tindak lanjuti melalui proses pengumpulan bahan dan keterangan, ditemukan sejumlah bukti awal terjadinya transaksi yang melibatkan penyelenggara negara di Kabupaten Mesuji,” katanya.

 

Hal itu disampaikan Basaria saat konferensi pers penetapan tersangka Bupat Mesuji Khamami di Gedung Merah Putih, Jakarta, Kamis (24/1/2019). Khakami termasuk dalam 11 orang yang terjaring operasi tangkap tangan KPK di tiga lokasi, Kota Bandar Lampung, Lampung Tengah dan Mesuji pada Rabu, 23 Januari 2019.

 

 

Dengan ditangkapnya Bupati Mesuji, menjadikan Khamami kepala daerah ke-107 sejak KPK berdiri yang telah diproses dalam kasus korupsi ataupun pencucian uang. Atas peristiwa OTT ini KPK sangat menyesalkan peristiwa tersebut terjadi.

 

 

“KPK sangat menyesalkan peristiwa dugaan suap terhadap kepala daerah yang masih terus terjadi,” ujar Basari.

 

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengungkapkan selama dua bulan penyelidikan tersebut pihaknya melakukan telaah kepada sejumlah bukti-bukti dan apabila ditemukan dua bukti permulaan yang cukup maka akan ditingkatkan ke penyidikan.

 

 

“Selama proses penyelidikan selama dua bulan itu KPK melakukan tindakan-tindakan sesuai dengan kewenangan KPK,” katanya.

 

 

KPK menetapkan Bupati Mesuji, Lampung Khamami sebagai tersangka korupsi proyek infrastruktur. Khamami diduga menerima suap Rp1,28 miliar sebagai fee pembangunan sejumlah infrastruktur di kabupaten setempat.

 

 

Selain Bupati Khamami, KPK juga menetapkan empat tersangka lain dalam perkara ini. Yakni, adik Bupati Khamami, Taufik Hidayat, Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Mesuji Wawan Suhendra, owner PT Jasa Promix Nusantara (PT JPN) dan PT Secilia Putri Sibron Azis, dan pihak swasta Kardinal.

 

 

Dalam perkara ini, KPK menyangkakan tiga tersangka penerima Khamami, Taufik, dan Wawan dengan pasal 12 huruf a atau b atau pasal 13 Undang-Undang No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana yang telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 juncto pasal 55 ayat 1 KUHP.

 

 

Sementara pihak pemberi Sibron dan Kardinal disangkakan pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau pasal 13 Undang-Undang No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana yang telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 juncto pasal 55 ayat 1 KUHP. (intern6)

Related Post

Leave a Reply

linked in share button