class="post-template-default single single-post postid-4543 single-format-standard">

Uupss .. Di Duga Korban Penipuan, Terancam Gagal Wisuda Mahasiswa Ini Meminta Pertanggung Jawaban

Sabtu, 13 Juli 2019 | 10:10 pm | 3447 Views

” Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, Telah Tertipu Gagal Di Wisuda hal ini Puluhan Mahasiswa Unila Tahun Ajaran 2013-2014 menelan pil pahit hal tersebut diketahui korban ketika Di penghujung Perkuliahan NPM (Nomor Pokok Mahasiswa-Red) yang di Gunakan Korban Di Duga Selain Bodong juga pemiliknya adalah Mahasiswa yang telah di D.O (Drop Out -Red). Sebab Nomor NPM Tidak Sesuai Dengan Nama sehingga Tertera Tidak Terigistrasi Bahkan meski berdasarkan Keterangan BKBH Unila Hal inj Telah di laporkan ke Pihak Kepolisian tapi hingga kini belum ada tindak lanjut “.

 

 

internlampungnews.com – Bandar lampung, Seperti yang di ketahui Universitas Lampung (UNILA) merupakan sebuah Lembaga Pendidikan Tinggi Negri terkemuka di Provinsi Lampung sehingga menjadi sebuah kebanggaan ketika di nyatakan lulus tes seleksi penerimaan sebagai Mahasiswa Di UNILA.

 

Meski Masa Penerimaaan Mahasiswa Baru tahun ajaran 2013-2014 Universitas Lampung telah lama berlalu, Ternyata menyisakan Duka dan Cerita. Hingga berita ini diturunkan meski Disinyalir mahasiswa dan Mahasiswi yang merasa tertipu ini berjumlah puluhan orang tetapi hanya beberapa orang saja yang masih mencari Pertanggung Jawaban dan Keadilan.

 

Berdasarkan penyelusuran internlampungnews.com dari berbagai sumber yang dapat di percaya dan alat bukti yang berhasil di dapatkan Penipuan terhadap mahasiswa UNILA ini berawal dari masa Penerimaaan Mahasiswa Baru Tahun 2013-2014 yang lalu.

 

Pada saat mendaftarkan diri dan Pasca untuk mengikuti tes Seleksi sebagai calon mahasiswa baru mereka yang rata rata menjadi korban penipuan adalah mahasiswa yang di nyatakan tidak lulus dalam seleksi berdasarkan pengumuman yang di umumkan secara terbuka dalam Situs Resmi yang di adakan UNILA secara online.

 

 

Ternyata, dibalik ketidak lulusan para mahasiswa mahasiswi tersebut di manfaatkan oleh oknum yang mengaku dapat meluluskan calon mahasiswa yang tidak lolos, melalui Jalur tertentu dengan catatan menyetorkan sejumlah uang dan si korban ( Mahasiswa yang tidak lulus-Red) mau untuk menyepakati Pindah Fakultas Program Studi (Jurusan).

 

Gayung bersambut masing masing pihak menyepakati kesemua perjanjian terkait dengan hal Administrasi, yang tentunya di benak para korban adalah ” Asal Dapat Berkuliah di Kampus Populer ” .

 

Pada awal masuk perkuliahan tidak ada satu pun hal yang mencurigakan, kesemuanya berjalan normal sebagaimana biasa, mengisi Formulir Permohonan KM ( Kartu Mahasiswa Plus), Mendapatkan Kartu Mahasiswa Beserta Nomor Pokok Mahasiswa, Memiliki Dosen Pembimbing Akademik, Kartu Rencana Studi, Dan Kartu Hasil Studi.

 

 

Dugaan penipuan terjadi di rasakan oleh para korban adalah saat ketika memasuki Penghujung Akhir Studi, korban merasa terheran ketika mendapat kan informasi dirinya tidak terdaftar alias teregistrasi.

 

Sehingga saat itu sang Korban Berinisiasi mengadukan perihal tersebut kepada orang yang di nilai dirinyalah yang bertanggung jawab terkait persoalan tersebut.

 

Sejak berita ini di terbitkan pihak Rektorat melalui Wakil Rektor 1 Prof. Dr. H. Bujang Rahman, M.Si menjelaskan terkait persoalan tersebut Saat di Hubungi melalui Via Whatshap hanya menjawab singkat ” Saya akan telusuri terlebih dahulu di BAAK. Saya belum dpt laporan soal itu. Trims.” Balasnya.  BERSAMBUNG (intern/1/TIM)

 

 

Related Post

Leave a Reply

linked in share button